Di Rumah Saja, Gagal Ereksi, Istri Kecewa - Beritabali.com

Seksologi

Seksologi dr Oka Negara MBiomed FIAS

Di Rumah Saja, Gagal Ereksi, Istri Kecewa

Minggu, 26 April 2020 | 14:30 WITA

beritabali.com/ dr oka negara

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Tanya: “Dok, demi mencegah tertular virus corona, saya dan istri saya tetap disiplin untuk tetap di rumah saja. Saya tidak bekerja dulu, dirumahkan oleh kantor, sedangkan istri jualan makanan khas Bali secara online untuk membantu keuangan keluarga. Saya dan istri tinggal berdua saja, karena kami belum memiliki anak setelah empat tahun menikah. Istri pernah hamil dua kali, yang pertama sebelum kami menikah kami gugurkan karena belum siap. Yang kedua, setelah enam bulan menikah, tetapi keguguran, mungkin karena istri lelah. Nah, tadinya saya berpikir dengan di rumah saja, kami akan bisa menikmati kehidupan seksual dengan lebih baik karena bersama terus, dan berdoa supaya istri bisa hamil lagi, tetapi yang terjadi malah sebaliknya, saya mengalami kegagalan mencapai ereksi dalam hubungan seksual, yang membuat istri saya kecewa dan uring-uringan. Ini bagaimana, Dok?” (Wira, 27)

Pilihan Redaksi

  • Gubernur Koster Dorong Pers Berikan Informasi Berkualitas
  • Pariwisata Bali Dibuka, Pemerintah Akan Pertimbangkan Kembali Kebijakan Bebas Visa
  • 8 Pengedar Narkoba Jenis Sabu dan Pil Y Terancam 12 Tahun Penjara
  • Guru SMP Negeri 3 Selat Patungan Beli HP untuk Rekannya Agar Bisa Mengajar
  • BKKBN Bali Gelar Pertemuan Bahas Integrasi Pendampingan Perawatan Lansia
  • Jawab: Pertama, mungkin perlu diketahui dulu, di saat pandemi ini apakah diperbolehkan untuk berhubungan seksual? Untuk suami istri atau pasangan yang tinggal serumah mesti tahu dulu apakah salah satu atau keduanya bebas dari Covid-19, itu dulu yang dipastikan. Jika selama ini tidak pernah pergi ke daerah atau negara yang menjadi tempat penularan, juga tidak pernah kontak erat dengan seseorang yang diketahui positif mengidap Covid-19, atau bahkan tidak pernah kontak dengan orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), apalagi selama ini juga dengan pasangan selalu di rumah saja, maka bisa dianggap aman untuk dapat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Apalagi mungkin pernah melakukan tes pemeriksaan virus, apakah itu yang rapid test atau yang dengan swab untuk dilakukan konfirmasi PCR dan hasilnya tidak tertular virus, maka tidak masalah untuk melakukan hubungan seksual. Jika tidak yakin, silakan tetap di rumah dan tunda dulu melakukan hubungan seksual selama 14 hari, boleh lebih, untuk melewati masa inkubasi virus dan jika tidak ada muncul gejala penyakit yang mengarah Covid-19 pada kedua pihak, kemungkinan memang aman dari tertular virus, dan silakan boleh berhubungan seksual seperti biasa.
    Nah, ternyata situasi wabah ini memunculkan hal yang tidak bisa diduga sebelumnya. Salah satu contohnya adalah yang dialami oleh yang bertanya saat ini. Banyak yang memprediksi tadinya dengan banyaknya pasangan suami istri yang memilih di rumah saja, maka intensitas dan frekuensi hubungan seksual akan meningkat karena banyaknya waktu luang untuk bersama. Tetapi rupanya tidak sedikit yang terjadi malah sebaliknya, cukup banyak juga pasangan malah mengalami keluhan seksual, mulai dari hilangnya dorongan seksual, gangguan bangkitan seksual seperti gangguan ereksi, hingga keluhan tidak menikmati kepuasan seksualnya. Ini sangat masuk akal terjadi karena saat ini semakin banyak orang yang mengalami permasalahan psikis hingga stress karena masalah kehilangan atau menurunnya pendapatan, termasuk juga ketegangan saat mengikuti terus mererus kabar meningkatnya kasus Covid-19 dari hari ke hari. Atau justru malah karena seringnya berdua bersama pasangan, malah lebih sering memunculkan ketegangan atau permasalahan bersama, yang muncul setiap hari, bahkan semakin banyak, yang kemudian mempengaruhi romantisme saat harusnya dapat rileks dan tenang untuk menikmati hubungan seksual. Ini bisa disebabkan karena permasalahan psikis. Permasalahan psikis ini menjadi salah satu penyebab gangguan ereksi, hingga gangguan seksual lainnya.
    Penyebab gangguan ereksi atau disfungsi ereksi sesungguhnya cukup kompleks. Bisa disebabkan oleh permasalahan fisik seperti gangguan pembuluh darah pada penyakit kencing manis, bisa karena gangguan kolesterol, penyakit darah tinggi, penyakit jantung, yang mungkin kambuh selama masa tinggal di rumah. Atau pengaruh minum obat-obatan tertentu seperti beberapa jenis obat darah tinggi dan jantung. Bisa juga dugaan sebelumnya karena ada permasalahan psikis. Atau malah bisa jadi kombinasi dari penyebab fisik dan psikis.
    Yang bisa dilakukan kemudian saat ini adalah memastikan adakah penyebab fisik, dan juga menghindari konsumsi rokok dan alcohol. Berikutnya coba untuk rileks dan mengendalikan stres dan tingkatkan kegembiraan bersama. Jangan terlalu sering mengikuti informasi yang memicu ketegangan dari kabar buruk tentang virus corona di media social, tingkatkan romantisme dengan pasangan, saling dukung untuk saling bantu jika ada keluhan seksual, bukan dengan saling menyalahkan. Dan memang sebaiknya tetap dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan segera. Banyak dokter yang paham kesehatan seksual tetap praktek, malah bisa berkonsultasi online dari rumah.
    Terakhir, semoga pandemi Covid-19 ini bisa kita lalui segera. Tetap jaga jarak, hindari kerumunan, gunakan masker, dan rajin cuci tangan. Atau diam di rumah saja.

    Penulis : Dokter Oka Negara

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Seksologi Okanegara Bali


    The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

    We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



    Seksologi Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Seksologi

    Berita Bali TV