2 Hari Sekali Berhubungan, Istri Baru Menikah Belum Tahu Rasanya Orgasme - Beritabali.com

Seksologi

2 Hari Sekali Berhubungan, Istri Baru Menikah Belum Tahu Rasanya Orgasme

Minggu, 17 Januari 2021 | 12:10 WITA
2 Hari Sekali Berhubungan, Istri Baru Menikah Belum Tahu Rasanya Orgasme

bbn/Liputan6.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Tanya: “Dok, tolongin saya. Saya baru menikah dua bulan lalu di saat pandemi ini, dan penasaran tentang orgasme. Sebelum menikah, saya dan suami belum pernah melakukan hubungan seksual
Dan kemudian setelah menikah, kami rutin berhubungan seksual dua hari sekali, tapi saya belum tahu apa dan bagaimana rasanya orgasme saat berhubungan seksual. Tetapi saya baca, banyak perempuan juga yang bermasalah dengan orgasme. Apa penyebabnya, dok?” (Ria, Denpasar, 23)
Jawab: Salah satu gangguan seksual yang dapat terjadi pada perempuan adalah terjadinya hambatan orgasme ketika melakukan hubungan seksual. Padahal, mendapatkan orgasme merupakan alasan utama seseorang untuk melakukan hubungan seksual. Permasalahan orgasme bisa terjadi di segala usia. Tidak hanya yang baru menikah, juga bisa terjadi pada perempuan yang sudah lama menikah.
Gangguan orgasme yang terjadi pada perempuan, dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu hambatan psikis, tidak ada komunikasi seksual yang baik dengan pasangan, posisi hubungan seksual yang tidak efektif, gangguan seksual di pihak laki-laki, dan meningkatnya nilai ambang sensitivitas karena penyakit saraf tertentu. 
Pada yang baru menikah, dan keduanya belum berpengalaman melakukan hubungan seksual, bisa dimungkinkan oleh kurangnya rangsangan seksual yang diterima perempuan, menyebabkan perempuan gagal mencapai orgasme. Rangsangan pendahuluan sangat diperlukan agar perempuan menjadi siap dan cukup terangsang sebelum melakukan hubungan seksual.  
Jika tidak terjadi, ini akan membuat perempuan menjadi tidak nyaman. Karena orgasme adalah titik puncak atau klimaks yang ditunggu-tunggu perempuan saat melakukan hubungan seksual.
Tetapi uniknya, ternyata separuh dari perempuan yang tidak mengalami orgasme dalam hubungan seksualnya, disebabkan karena gangguan seksual pada pihak laki-lakinya. Mulai dari disfungsi ereksi maupun ejakulasi dini. Selama fungsi seksual pihak laki-laki tidak optimal, akan dapat menghambat orgasme pihak perempuan. 
Gangguan lain yang berhubungan dengan pihak laki-laki juga bisa berupa hambatan psikis, misalnya pasangan laki-laki yang sedang stres atau sedang menghadapi problem psikologis yang cukup berat. Bisa jadi masa pandemi ini menyebabkan banyak muncul permasalahan psikis. Ini juga bisa membawa masalah dalam pencapaian orgasme perempuan. 
Untuk mengatasinya perlu dilakukan komunikasi seksual yang efektif. Bicarakan semua masalah yang dirasakan dan berusaha segera untuk mengatasinya. Jadi, jika problem yang terjadi adalah murni di pihak laki-laki, maka yang perlu ditangani dan diobati segera adalah pihak laki-lakinya. 
Memang, sering kali tidak mudah untuk melakukan komunikasi seksual yang baik, tetapi dengan mendiskusikan bersama dokter yang paham kesehatan seksual, semuanya bisa diarahkan untuk mendapatkan penyelesaian yang tepat. Jika problemnya fisik, maka pengobatan medis bisa diberikan untuk memperbaiki gangguan ereksi dan gangguan ejakulasi di pihak laki-laki. Jika ada keterlibatan faktor psikis, maka terapi psikologis atau psikiatri bisa ditawarkan. 
Hambatan orgasme pada perempuan juga bisa disebabkan oleh beban psikis yang dipikirkan perempuan, misalnya adanya persepsi untuk selalu berhasil memuaskan pasangan dalam setiap hubungan seksual. Rasa takut terjadinya kehamilan, karena saat ini ingin menunda, juga bisa menjadi beban psikis. 
Kurangnya pengertian laki-laki tentang pentingnya pihak perempuan untuk mendapatkan orgasme serta hambatan komunikasi juga menyumbang poin penting terjadinya disfungsi orgasme perempuan. Juga termasuk permasalahan psikis lain yang muncul selama pandemi ini. Hambatan orgasme ini harus segera diatasi karena bisa menyebabkan perasaan perempuan jadi tidak nyaman, tidak puas, bahkan mudah marah. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan hilangnya gairah seksual. 
Jadi tips pertama adalah, bila gangguan orgasme disebabkan akibat penyakit, maka penyakitnya harus disembuhkan dulu. Kalau karena obat tertentu, maka pemakaian obatnya dihentikan sementara. 
Tips kedua, selalu membiasakan pola hidup sehat. Tentu saja rokok harus dihindari karena rokok dapat menghambat terjadinya perlendiran pada vagina sehingga menimbulkan rasa nyeri ketika berhubungan seksual. Rokok juga bisa menekan produksi hormon seks perempuan. 
Juga ingat untuk menghindari makanan yang kaya kolesterol dan terlalu manis, karena keduanya berperan pada kejadian aterosklerosis dan diabetes. Istirahat cukup, olahraga teratur dan menghindari stres adalah keharusan. 
Tips ketiga, dengan memaksimalkan foreplay dan memperbaiki komunikasi seksual. Masalah orgasme pada perempuan sering kali relatif mudah diselesaikan. Kuncinya adalah dengan melibatkan pasangan dan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangannya. 
Komunikasi dengan pasangan, khususnya komunikasi seksual, merupakan faktor penting agar hubungan seksual berlangsung harmonis yang berarti dapat dinikmati oleh kedua pihak, perempuan dan laki-laki. Komunikasi seksual yang baik sebenarnya merupakan juga stimulus awal sekaligus rangsangan yang sifatnya psikis sebelum hubungan seksual berlangsung. 
dr Oka Negara, MBiomed, FIAS  

Penulis : Dokter Oka Negara

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS : Orgasme Hubungan Seksual Rangsangan Seksual Komunikasi Seksual Hormon Seks


DELIVERYBALI

BALI GROCERY DELIVERY

Same day delivery for your daily needs every day from before 3 pm

For Purchase contact on Whatsapp +6281 3201 45567

Tokopedia & Shopee : BALI GROCERY

 

 



Seksologi Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Seksologi

Berita Bali TV