Kasus Gangguan Seksual Selama Pandemi Covid-19 - Beritabali.com

Seksologi

Seksologi dr. Oka Negara, MBiomed, FIAS

Kasus Gangguan Seksual Selama Pandemi Covid-19

Minggu, 29 Agustus 2021 | 13:20 WITA
Kasus Gangguan Seksual Selama Pandemi Covid-19

beritabali.com/ist /Kasus Gangguan Seksual Selama Pandemi Covid-19

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Tanya: “Dok, to the point saja ya, selama pandemi yang sudah lewat satu setengah tahun ini, kehidupan seksualku malah berantakan. Memang di awal pandemi, saat masih di rumah saja, aku dan istri sangat menikmati waktu-waktu kami bersama. Bercinta selalu memuaskan dan kita nikmati bersama. Tetapi sekitar tiga bulan berikutnya aku kok mengalami kelemahan pada ereksi.
Istri jadi sering merasa kecewa juga. Malah sudah beberapa bulan belakangan gairah seksual menjadi menurun drastis. Aku tanya ke teman-teman rupanya banyak juga yangmengalami hal serupa. Apa memang banyak kasus seperti aku selama pandemi? Bagaimana memastikan apa sudah terganggu, sebelum aku ke dokter?Apa ada hubungannya dengan badanku yang sekarang cenderung obesitas? Dan apa yang harus dilakukan Dok? (Budi, 28, Kuta)
Jawab: Benar sekali. Selama pandemi, gangguan seksual pada laki-laki juga bermunculan dan perlu diatasi dengan baik. Jangan dibiarkan hanya karena pandemi belum usai, karena kapan pandemi usai juga belum dapat dipastikan. Pandemi juga mengakibatkan permasalahan kompleks, salah satunya permasalahan seksual yang akhirnya menentukan kualitas hidup. Berdasarkan banyak laporan dari praktek dokter di klinik dan praktek pribadi, ditemukan kasus gangguan seksual pada laki-laki yang sering terjadi selama pandemi adalah disfungsi ereksi dan dorongan seksual yang menurun.
Pertama, tentang disfungsi ereksi, ini adalah kondisi saat laki-laki tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang optimal untuk mencapai kepuasan seksual dalam hubungan seksual. Sebenarnya hampir 25 persen laki-laki di Indonesia memiliki gangguan ereksi dengan keluhan tidak merasakan lagi kekerasan ereksi  yang optimal. Memang akhirnya ini akan dapat membawa akibat cukup serius dalam kepuasan seksual pasangan yang akhirnya mengganggu keharmonisan rumah tangga serta aktivitas sehari-hari juga.
Untuk melakukan deteksi dini atau lebih awal, memang bisa dilakukan di rumah, tanpa perlu ke dokter dulu dengan sebuah cara sederhana yang bisa dilakukan buat mencari tahun apakah sudah terjadi gangguan ereksi. Bahkan memungkinkan juga untuk memperkirakan yang dialami itu termasuk gangguan ereksi yang ringan, sedang, atau berat. 
Halaman :

TAGS : Seksologi Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



Seksologi Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Seksologi

Berita Bali TV