Merasa Galau Karena Adik Dituduh HIV - Beritabali.com

Seksologi

Merasa Galau Karena Adik Dituduh HIV

Minggu, 10 Oktober 2021 | 09:20 WITA
Merasa Galau Karena Adik Dituduh HIV

beritabali.com/ist/Merasa Galau Karena Adik Dituduh HIV

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Tanya: “Dok, saya lagi galau dan takut membicarakannya dengan kedua orang tua. Apalagi di saat pandemi, semua serba susah, jadi saya tidak mau menambah beban orang tua. Begini, adik saya, di beberapa grup WA berkembang informasi kalau dia menderita HIV. Semua temannya mengejeknya. Adik saya kelas 3 SMA sekarang, dituduh begitu karena salah satu mantan pacarnya dibilang sudah HIV duluan. Menurut saya  itu jelas tidak mungkin, karena adik saya masih tampak sehat, tidak sedang sakit dan tidak ada yang berubah pada dirinya, walau saya pernah diceritakan sama dia kalau selama ini dia sudah pernah berhubungan seksual dengan tiga cowok terakhirnya. Ini banyak di medsos yang bilang kalau adik saya memang mungkin menderita HIV, apa bisa itu terjadi dok?”  (Utami, 21, Singaraja).
Jawab:
Jika dilihat kasus ini, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Pertama penyebutan tentang menderita HIV adalah keliru, yang benar adalah mengidap HIV atau dapat juga saat ini disebut ODHIV (Orang Dengan HIV). Kenapa keliru, karena sesungguhnya seseorang yang terinfeksi oleh HIV tidaklah langsung menunjukkan gejala sakit, malah sering kali terlihat tetap sehat, bertahun-tahun lamanya. Jadi tidak ada katagori “menderita” sakit sama sekali. 
Sering kali, pengidap HIV tidak mengetahui kalau dirinya sudah tertular HIV. Satu-satunya jalan hanya bisa diketahui lewat tes darah. Ini akan berlangsung bertahun-tahun lamanya, bisa hingga sepuluh tahun tanpa gejala, sampai suatu saat mengalami penurunan daya tahan tubuh yang sangat drastis dan banyak penyakit baru muncul, seperti batuk terus menerus, diare tidak sembuh-sembuh, badan mengurus, kanker kulit, jamur di rongga mulut dan masih banyak lagi. Pada keadaan yang sudah terlihat sakit ini, pengidap HIV sudah masuk ke dalam sebutan fase AIDS yang perlu perawatan. 
Jadi saat terinfeksi HIV masih sehat, tetapi bertahun berikutnya baru muncul infeksi oportunistik, saat itu disebut AIDS. Yang perlu diketahui saat ini adalah, semua orang yang berisiko tertular HIV, baik itu yang suka gonta-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom, yang pernah menggunakan jarum suntik tidak steril misalnya menggunakan narkoba suntik bersama-sama, mereka yang memiliki pasangan seksual yang sudah lebih dulu terinfeksi HIV atau ibu yang mengidap HIV dan sedang hamil, semuanya sebaiknya memeriksakan dirinya atau pasangannya atau anaknya nanti, supaya mengetahui status HIV dalam darahnya. 
Dengan melakukan pemeriksaan akan menjadi lebih baik buat masa depan, karena jika ternyata tidak terinfeksi maka dapat selalu melakukan pencegahan dan jika ternyata terinfeksi justru akan mendapat kesempatan mandapatkan pendampingan, dukungan termasuk di saat yang tepat akan diberikan obat ARV, yang cukup menggembirakan, karena jika diminum teratur dan disiplin akan bisa mempertahankan kualitas hidupnya. HIV memang belum dapat dibunuh oleh obat ARV, tetapi perkembangbiakannya dalam tubuh bisa distop oleh ARV, sehingga tubuh akan tetap terjaga kualitas dan daya tahannya. Asal minumnya teratur dan disiplin.
Halaman :

TAGS : HIV Obat ARV Hubungan Seksual Jurus ABCDE Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita?

Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita? Hubungi DIVISI BISNIS Beritabali.com



Seksologi Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Seksologi

Berita Bali TV